Posisi Indonesia dalam Konflik Suriah

Tanggal 7 April lalu Amerika memutuskan menyerang Suriah dengan dalih yang sama ketika menyerang Irak, yaitu adanya senjata kimia. Banyak respon yang muncul terhadap serangan tersebut. Bahkan ada yang menyebut bahwa ini merupakan tanda-tanda perang dunia ketiga. Lalu bagaimana posisi Indonesia dalam konflik Suriah ini?

Melihat posisi Indonesia dalam konflik Suriah

Indonesia terkenal sebagai Negara yang netral. Bahkan sejak zaman dahulu kita terkenal dengan politik bebas aktif dan gerakan non blok. Berikut posisi Indonesia dalam konflik Suriah.

  • Meminta semua pihak menghormati hukum internasional

konflik Suriah

Menteri Luar Negri Indonesia, Retno Marsudi meminta semua pihak yang terlibat di dalam konflik di Suriah, seperti Amerika Serikat, Prancis dan Inggris untuk bisa menghormati hukum internasional. Hal ini disampaikan oleh juru bicara Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia, Arrmanatha Christiawan Nasir.

Ia berharap pihak-pihak terkait mau menghormati piagam perdamaian PBB. Lebih jauh lagi, ia menyebuktan kalau Menlu Indonesia berharap kalau konflik di Suriah dapat diselesaikan dengan perundingan.

  • Indonesia tetap mengecam penggunaan senjata kimia

konflik Suriah

Dalam hal benar atau tidaknya ada penggunaan senjata kimia oleh pasukan Presiden Bashar Al-Assad, Arrmanatha menegaskan kalau Indonesia mengecam penggunaan senjata kimia dan nuklir di mana pun itu.

Pada tanggal 7 April lalu, Amerika menyerang pangkalan militer Suriah dengan alasan adanya penggunaan senjata kimia di Douma, Ghouta Timur, wilayah yang disinyalir menjadi tempat pemberontak.

  • Indonesia meminta semua pihak menjaga keselamatan warga sipil

konflik Suriah

Juru bicara Menlu itu kemudian meminta para pihak terkait seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan pasukan pemerintahan Bashar Al-Assad untuk mengutamakan keselamatan rakyat sipil, terutama perempuan dan anak-anak.

Disebutkan kalau penggunaan senjata kimia oleh pemerintahan Bashar Al-Assad telah menyebabkan 75 orang meninggal dunia di mana di antaranya termasuk perempuan dan anak-anak. Sedangkan lebih kurang 1000 orang mengalami luka-luka.

  • Dubes Inggris, Amerika Serikat, dan Prancis meminta Indonesia lebih tegas

konflik Suriah

Pada tanggal 19 April, para Duta Besar tersebut menemui Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi di kantornya. Tujuan pada Dubes tersebut adalah untuk meminta Indonesia mengambil sikap lebih tegas lagi agar Suriah berhenti menggunakan senjata kimia.

Mereka juga berharap kalau Indonesia ikut mendesak rezim Bashar Al-Assad untuk bertanggung jawab atas penggunaan senjata kimia tersebut. Sebagai anggota OPCW (Organisasi Pelarangan Senjata Kimia), posisi Indonesia cukup penting dalam menegakkan hukum internasional yang melarang penyalahgunaan senjata kimia.

Untuk membujuk Retno Marsudi sebagai Menlu Indonesia, para Dubes tersebut membawa bukti-bukti yang menunjukkan adanya penyalahgunaan senjata kimia di Douma, Ghouta Timur.

Itulah posisi Indonesia dalam konflik Suriah yang sedang terjadi. Rusia dan Suriah tetap bersikukuh membantah tuduhan Amerika Serikat dan sekutunya terkait penggunaan senjata kimia kepada rakyat Suriah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *