Kalau Passing Grade Di Turunkan, Bagaimana Kualitas ASN?

Seperti informasi yang tengah banyak tersebar di media social dan berita, Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada akhirnya memutuskan untuk menurunkan passing grade (nilai ambang batas minimal) dalam kegiatan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2019 ini.

Berita tersebut telah di benarkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo.

Penurunan passing grade ini sendiri menurut Tjahjo di latar belakangi oleh fenomena di mana tahun lalu, terdapa beberapa lembaga pemerintah di sejumlah daerah yang terpaksa tidak meloloskan peserta satu pun dalam tahap seleksi CPNS sebab tidak ada yang memenuhi passing grade.

Passing grade tahun lalu memang menuai kontroversi sebab dinilai terlalu tinggi hingga kemungkinan peserta yang tidak lolos sebagian besar di duga karena tingginya nilai ambang batas minimal dari tahun tahun sebelumnya.

“Kemarin beberapa lembaga di daerah (sebagian ada) tak ada yang lulus satu pun” ungkap Tjahjo saat menemui media di Sentul International Convention Center Jawa Barat.

“Ini yang salah orangnya atau soalnya?Kalau di proses terus kan kasihan” imbuhnya.

Ketika ditanya lembaga mana yang tidak meloloskan satu pun peserta, Tjahjo pun enggan memberikan keterangan lebih lanjut.

Kalau Passing Grade Di Turunkan, Bagaimana Kualitas ASN?

Kualitas Tetap Meski Passing Grade Turun

Meski nilai passing grade CPNS diturunkan oleh pemerintah, Tjahjo memastikan bahwa hal itu tidak akan mengurangi kualitas CPNS yang lolos tahap seleksi.

Bahkan menurutnya,BKN telah sepakat untuk menambah materi dalam soal seleksi nanti agar tetap memiliki bobot yang hampir sama meski passing grade berbeda dengan tahun lalu.

“Jadi kami kurang (passing grade-nya) kami tambah soalnya dengan wawasan kebangsaan, mengenai bahaya radikalisme, terorisme, empat pilar, supaya lebih mudah “ terang Tjahjo

Harapannya, dengan penambahan tersebut, kualitas dari tahapan seleksi CPNS 2019 tidak akan berkurang.

Pada tahun 2018, memang system seleksi CPNS menggunakan Permen PAN-RB Nomor 37 Tahun 2018. Peraturan tersebut merupakan peraturan baru yang di terapkan pada rekrutmen tahun lalu.

Berdasarkan peraturan tersebut, di tetapkan bahwa nilai ambang batas untuk seleksi SKD CPNS 2018 sebesar 143 untuk Tes Karakteristik Pribadi(TKP), 80 untuk Tes Intelegensia Umum (TIU), serta 75 untuk Tes Wawaasan Kebangsaan (TWK).

Sedangkan tahun ini, pemerintah telah memutuskan untuk tidak menggunakan lagi aturan tersebut melainkan memilih untuk membuat Permen PAN-RB 24/2019.

Di dalam peraturan yang baru itu, di sebutkan dalam pasal 3 Permen PAN-RB 24/2019, nilai ambang batas SKD CPNS 2019 yang harus di lewati oleh peserta seleksi yaitu 126 untuk TKP, 80 untuk TIU, serta 65 untuk TWK.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *