Jika Jakarta Sudah Tembus 8 Ribu Orang, Beikut Skenario Anies Hadapi Pandemi Corona

Pasien positif corona atau Covid-19 di Jakarta terus bertambah secara signifikan dari hari kehari. Hingga kini, Jakarta masih menjadi episentrum dari penyebaran virus corona atau covid-19. Jumlah pasien positif corona paling banyak ada di Jakarta tepatnya di Jakarta Selatan. Sebanyak 427 orang menjadi pasien positif corona dan 32 diantaranya meninggal dunia sedangkan 266 lain masih dirawat.

Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat hingga ribuan orang seiring di berlakukannya rapid test/test massal dan cepat untuk mengetahui penyebaran corona.

Bersiap menghadapi kemungkinan terburuk dari situasi tersebut, Gubernur Anies Baswedan mengklaim telah memiliki skenario sendiri. Rencana tersebut telah dipikirkan bahkan jika angka yang positif mencapai 8000 orang,

“DKI Jakarta sudah menyiapkan skenario untuk menangani ketika kasusnya berjumlah 500, 1.000, bahkan sampai dengan 8.000 orang terkonfirmasi positif,” ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti

Widyastuti menyampaikan, skenario tersebut telah dijelaskan oleh Gubernur Anies kepada Presiden Joko Widodo pada Selasa (24/3/2020).

Adapun skenarionya adalah, apabila nanti jumlah masyarakat yang terkena mencapai angka tersebut, Anies membagi pasien positif corona menjadi tiga kelompok.

Jika Jakarta Sudah Tembus 8 Ribu Orang, Beikut Skenario Anies Hadapi Pandemi Corona

 

Skenario Pembagian Kelompok Positif Corona

Pembagian kelompok apabila terjadi lonjakan positif corona berdasarkan Skenario dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan adalah sebagai berikut

“Kelompok pertama, parah/kritis sebesar 8 persen, kelompok kedua, berat sebesar 12 persen, dan kelompok ketiga, ringan sebesar 80 persen,” jelasnya.

Prioritas perawatan nantinya akan diberikan kepada kelompok pertama dan kedua yang jumlahnya 20 persen yaitu kelompok dengan kondisi kritis dan berat. Sementara 80 persen lainny akan dirawat dengan fasilitas yang lebih minim seperti di wisma atlet dan Rumah Sakit lainnya.

“Tapi, yang 20 persen pertama akan membutuhkan fasilitas kesehatan lengkap (ventilator, bantuan oksigen, peralatan medis yang intensif) ini levelnya ICU dan IGD untuk 20 persen pasien yang masuk,” jelasnya.

Lebih jauh lagi, Widyastuti menyatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan melakukan koordinasi dengan seluruh pihak, termasuk Forkopimda, masyarakat, dan Pemerintah Pusat mengenai skenario penanganan COVID-19 di Jakarta tersebut agar seluruh pihak bisa bersinergi dengan baik.

“Pemprov DKI akan terus berkoordinasi dengan Pangdam, Kapolda, dan Satgas Nasional terutama terkait dengan pemanfaatan Wisma Atlet ketika ke depan berhadapan dengan kasus-kasus yang ada,” pungkasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *