Fakta Tentang Penghentian Kasus Rizieq Shihab

Rizieq Shihab telah tinggal di Arab Saudi sejak tahun 2017 setelah terjerat beberapa kasus pidana. Satu tahun setelahnya, satu kasus yang menjerat pimpinan FPI itu akhirnya dihentikan, yaitu kasus dugaan penghinaan Pancasila. Ada beberapa fakta unik mengenai penghentian kasus Rizieq Shihab tersebut.

Berikut adalah beberapa fakta tentang penghentian kasus Rizieq Shihab

  • Polri klaim tidak ada intervensi pihak lain

penghentian kasus Rizieq Shihab

Pada April 2018 lalu, 11 ulama yang mewakili PA 212 menemui presiden Joko Widodo meminta penghentian kasus yang menjerat beberapa ulama. Tak lama setelah pertemuan itu, Polda Jawa Barat mengumumkan penghentian penyidikan kasus Rizieq.

Hal ini menimbulkan dugaan adanya kesepakatan antara kedua belah pihak. Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, menegaskan kalau SP3 tersebut tidak terkait dengan kesepakatan dengan pihak manapun. Keputusan tersebut murni diambil sebagai bentuk wewenang penyidik yang tidak bisa diintervensi.

  • PA 212 juga menegaskan tidak ada kesepakatan yang terjadi

penghentian kasus Rizieq Shihab

Alumni 212 juga menegaskan tidak ada kesepakatan yang terjadi. Mereka menegaskan tidak ada barter kasus Sukmawati dan Rizieq karena mereka mengaku tidak mencabut laporan dugaan penistaan agama oleh Sukmawati Soekarnoputri.

Seperti yang kita tahu, kasus dugaan penghinaan Pancasila oleh Rizeq Shihab dilaporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri. Sedangkan kasus yang menjerat putri sang poklamator itu dilaporkan oleh pihak alumni 212.

  • Penyebab dikeluarkannya SP3 kasus Rizieq Shihab

penghentian kasus Rizieq Shihab

Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri menyebutkan kalau dikeluarkannya SP3 tersebut dikarenakan kasus dugaan penghinaan Pancasila yang dialami RS itu tidak memenuhi unsur pidana. Berdasarkan pertimbangan ini Polri berhak menghentikan penyidikan sesuai dengan wewenang mereka.

  • SP3 kasus Rizieq Shihab telah dikeluarkan lebih awal

penghentian kasus Rizieq Shihab

Jenderal Setyo Wasisto menambahkan kalau sebenarnya SP3 itu sudah diterbitkan sejak Maret2018. Ini berarti penyidikan telah dihentikan jauh sebelum pertemuan PA 212 dengan Presiden Joko Widodo. Ketika dikeluarkan, SP3 tersebut telah langsung disampaikan kepada kuasa hukum Rizieq.

  • Rizeiq Shihab masih tersandung beberapa kasus

penghentian kasus Rizieq Shihab

Mungkin banyak yang menyangka kalau SP3 kasus RS menghentikan penyidikan semua kasus yang menjerat sang tokoh. Kenyataannya kasus dugaan penistaan agama dan dugaan konten pornografi yang menjeratnya masih berjalan.

Hal ini dikarenakan dua kasus tersebut masih dalam penanganan kepolisian satuan wilayah lain, yaitu Polda Metro Jaya. Sedangkan SP3 yang terbit itu ditangani Polda Jawa Barat. Alumni 212 berharap kalau kasus lain yang masih menjerat Rizieq segera mendapatkan SP3 agar sang ulama dapat pulang ke tanah air.

  • Ada pihak yang mempertanyakan SP3 kasus RIzieq Shihab

penghentian kasus Rizieq Shihab

Dibalik kegembiraan pendukung RIzieq, ada beberapa pihak yang mempertanyakan penerbitan SP3 tersebut. Yang pertama adalah politisi PDIP Junimart Girsang. Sang politikus meminta Polri transparan atas keputusan tersebut.

Yang kedua adalah GP Anshor. Ketua Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyebutkan kalau pihak GP Anshor akan mendatangi kepolisian untuk mendapatkan jawaban. GP Ansor akan mengambil sikap jika ada bukti intervensi pihak luar terkait terbitnya SP3 tersebut.

Itulah beberapa fakta tentang penghentian kasus Rizieq Shihab. Semoga kasus-kasus tersebut dapat diselesaikan agar sang ulama dapat pulang ke Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *