Fakta tentang Kasus Miras Oplosan di Cilacap

Beberapa hari yang lalu berita kembali ramai dengan kasus minuman keras oplosan. Kasus yang sudah tidak asing lagi ini kembali menimbulkan korban nyawa. Kali ini kasus minuman keras oplosan terjadi di Cilacap, tepatnya di Desa Jenang, Kecamatan Majenang. Lalu apa saja fakta tentang kasus miras oplosan di cilacap ini? Yuk di simak.

Fakta tentang Kasus Miras Oplosan di Cilacap

Walau sudah sering kali terjadi dan juga telah menelan banyak korban jiwa, tampaknya masyarakat Indonesia tetap memiliki ketertarikan untuk mencoba minuman berbahaya ini. Berikut fakta tentang kasus miras oplosan di cilacap.

  • Korban Jiwa

kasus miras oplosan di cilacap

Sejauh ini miras oplosan maut ini telah menimbulkan korban jiwa sebanyak tiga orang. Sementara itu, ada dua orang lagi yang masih di rawat di RSUD Majenang setelah meminum “ramuan” tersebut. Dua orang yang di rawat itu di bawa dalam keadaan tidak sadar pada pukul 20.00 WIB.

Tiga orang tersebut bernama Solihin Al Ibeng (48 tahun), Sugiyanto (33 tahun) dan Ahmad Haryanto (29 tahun). Sementara dua orang yang diwarat di RSUD Majenang bernama Sugeng Prabowo dan Sakti.

  • Miras yang dicampur

kasus miras oplosan di cilacap

Berdasarkan informasi yang ada minuman keras oplosan tersebut merupakan campuran jenis Vodka Mix dengan minuman Tebs. Selain itu minuman keras itu juga dicampur Komix. Dari TKP, pihak berwenang berhasil mengamankan bukti berupa miras, botol minuman Tebs dan bungkus Komix. Tampaknya campuran ini telah menciptakan zat yang berbahaya.

  • Dioplos sendiri

kasus miras oplosan di cilacap

Menurut kesaksian salah satu korban selamat, Sakti, ketika meminum miras tersebut mereka sendiri lah yang mengoplosnya. Sedangkan minuman keras bermerek Vodka tersebut dibeli dari banjar Patroman, Jawa Barat seharga 30 ribu Rupiah.

Ia menambahkan kalau ia bernasib lebih mujur dari tiga lainnya karena ia tidak mengoplos minumannya dengan obat batuk. Ia hanya meminum campuran Vodka dengan Tebs. Sedangkan tiga orang yang meninggal semuanya mencampur minumannya dengan Komix.

  • Gejala yang muncul

kasus miras oplosan di cilacap

Sakti juga menyebutkan kalau mereka meminum miras oplosan tersebut pada hari Rabu. Sedangkan gejala yang mulai terasa terjadi sehari sesudahnya. Ia langsung dilarikan ke rumah sakit setelah mendapat kabar kalau tiga orang temannya meninggal dunia.

Gejala yang mereka rasakan adalah mual, muntah pandangan kabur dan pusing dan demam. Ketika dilarikan ke rumah sakit, rata-rata semuanya mulai kehilangan kesadaran dan harus dibantu dengan oksigen dan cairan pembantu.

  • Penanganan Polisi

 

Setelah menyebabkan tiga nyawa melayang, Polres Banjar langsung bergerak untuk mengamankan sebanyak 244 botol minuman keras bermerek Java Vodka Mix tersebut. Sebelumnya, penjual miras tersebut sempat menyembunyikan barang bukti itu di pinggir sungai. Sedangkan penjualnya masih belum bisa diamankan.

Padahal sebelum kejadian ini, Polisi Cilacap sempat melakukan razia besar-besaran untuk mengamankan minuman keras yang berbahaya ini.

Itulah beberapa fakta tentang kasus miras oplosan di Cilacap. Semoga masyarakat Indonesia lebih sadar agar tidak melakukan hal yang dapat merugikan ini. Selebihnya anda juga perlu perhatikan karena hidup lebih berharga untuk kepentingan lainnya, seperti halnya menafkahi keluarga atau demi masa depan, meski pekerjaan anda hanya service karpet masjid, namun hasil dari jerih payah yang anda lakukan akan lebih sangat berharga yang nantinya akan menjadi sebuah kenikmatan yang tiada bandingnya yang sudah diberikan oleh Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *