Fakta tentang Kasus Dukun Cabul di Sukabumi

Manusia memang sangat susah mengendalikan nafsunya, terutama nafsu birahi. Walau sudah banyak pelaku pelecehan seksual yang diringkus, tapi tetap saja masih banyak kasus pelecehan seksual yang terjadi. Salah satu yang cukup menyita perhatian adalah kasus pelecehan seksual oleh dukun cabul. Berikut beberapa fakta tentang kasus dukun cabul di Indonesia.

Inilah beberapa fakta tentang kasus dukun cabul di Sukabumi

  • Korban yang banyak

fakta tentang kasus dukun cabul

Walau sudah banyak kasus dukun cabul yang terungkap, tetap saja masih banyak wanita yang menjadi korbannya. Di Sukabumi, seorang dukun berinisial AR (43 tahun) yang tinggal di Cisarua kecamatan Cikole berhasil menjerat puluhan wanita cantik. Paling tidak, ada 20 wanita yang melaporkan tindakan cabul sang dukun.

  • Korban ingin mencari solusi untuk masalah kehidupan mereka

fakta tentang kasus dukun cabul

Tampaknya jumlah kasus dukun cabul tetap ada di Indonesia karena para korban masih terlalu percaya dan bergantung dengan hal-hal yang berbau mistis. Rata-rata korban ingin mencari solusi masalah yang mereka hadapi ketika sedang dirundung masalah.

Untuk kasus dukun cabul di Sukabumi ini, para korban ingin mencari cara untuk memperlancar urusan pekerjaan mereka. Sang dukun cabul menjanjikan membuka aura para korban yang merupakan wanita muda dan cantik sehingga mereka akan dimudahkan dalam karir pekerjaannya.

  • Meningkatkan karir melalui ritual

fakta tentang kasus dukun cabul

Para wanita yang ingin membuka aura mereka disuruh dukun tersebut untuk membuka pakaian mereka dan mandi tengah malam. Lewat ritual inilah si dukun melancarkan tindakan bejatnya. Ketika memandikan para korban, ia meraba-raba wanita tersebut di daerah pribadi. AR mudah melakukan tindakan itu karena ia melarang korban ditemani.

  • Mantra

fakta tentang kasus dukun cabul

AR mengaku kalau ia belajar ilmu dukun dari gurunya di Sulawesi. Dari gurunya itu, ia mempelajari mantra yang katanya bisa membuka aura para wanita. Anehnya, mantra atau jampi jampi itu dibacakan dalam bahasa Sunda. Tapi tampaknya semua itu hanyalah karangan AR untuk menjerat para korbannya.

Berikut mantra yang bisa membuka aura tersebut: “Tangtatengte madeleu deleu. Deleu kasuma deleu kubulu panon, katalimang tap kali pati angan-angan mangka welas asih ka badan awaking, aing!”

  • Berpindah-pindah

fakta tentang kasus dukun cabul

Ternyata AR telah menggeluti profesi dukun selama satu tahun belakangan dan selalu berpindah-pindah kontrakan. Hal ini mungkin ia lakukan untuk lari dari para korban. Sedangkan ia bau bisa tertangkap karena para korban di Sukabumi ini berani mengadukan pelecehan tersebut ke polisi.

Kita tahu kalau di Indonesia pelecehan seksual sering membuat para korbannya takut untuk melapor sehingga pelakunya susah ditangkap.

  • Istri pelaku

fakta tentang kasus dukun cabul

Selama menjadi dukun, AR bukanlah tulang punggung keluarga walaupun ia kerap meminta sejumlah uang kepada para korban. Yang menjadi tulang punggung keluarga adalah sang istri. Sang istri juga mengaku merupakan salah satu korban kecabulan AR. Ia mengaku diguna-guna AR karena ia selalu mengikuti permintaan suaminya itu dan sering lupa tentang apa yang terjadi.

  • Uang dan nafsu

fakta tentang kasus dukun cabul

AR mengaku kalau ia ingin menjadi dukun cabul karena dorongan materi dan nafsu. Ia memasang tarif tinggi untuk pasien yang sudah tidak muda sehingga ia banyak mendapatkan korban wanita muda dan cantik.

Itulah beberapa fakta tentang kasus dukun cabul di Sukabumi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *