Fakta menarik terkait pertemuan Kim Jong-un dan Moon Jae-in

Beberapa waktu lalu, dua pemimpin Korea bertemu membahas masa depan hubungan kedua Negara. Mereka adalah Kim Jong-un, Supreme Leader Korea Utara, dan Moon Jae-in, Presiden Korea Selatan. Banyak Fakta menarik terkait pertemuan Kim Jong-un dan Moon Jae-in ini.

Berikut Fakta menarik terkait pertemuan Kim Jong-un dan Moon Jae-in

Pertemuan ini tentunya diharapkan akan membawa dampak positif bagi perdamaian dunia. Bagaimana tidak, belum lama sebelum pertemuan ini terjadi, Korea Utara sibuk melakukan sengakaian uji coba nuklir yang membuat banyak Negara panik, terutama Korea Selatan. Untuk itu, mari simak Fakta menarik terkait pertemuan Kim Jong-un dan Moon Jae-in berikut ini.

  • Paus Fransiskus memuji

Fakta menarik terkait pertemuan Kim Jong-un dan Moon Jae-in

Kabar pertemuan antara dua pemimpin Negara di semenanjung Korea ini sampai ke telinga Paus Fransiskus. Ia pun kemudian mengungkapkan pujiannya kepada kedua belah pihak yang telah berusaha mencari solusi terkait masalah perdamaian antar dua Negara.

Tercapainya kesepakatan denuklirisasi antara kedua Negara tersebut membuat Paus menyebut bahwa Kim Jong-un dan Moon Jae-in adalah dua pemimpin yang berani menciptakan perdamaian.

  • Korea Utara akan menghentikan uji coba nuklir

Fakta menarik terkait pertemuan Kim Jong-un dan Moon Jae-in

Kim Jong-un berjanji akan menutup situs uji coba rudal nuklir Korea Utara mulai bulan depan. Ini merupakan bentuk komitmennya dalam denuklirisasi di semenanjung Korea. Selain itu, Korut juga akan mengundang tim dari Amerika Serikat untuk memantau persenjataan nuklir mereka.

  • Protes menolak pertemuan tersebut

Fakta menarik terkait pertemuan Kim Jong-un dan Moon Jae-in

Tidak semua rakyat yang bisa dibahagiakan oleh para pemimpinnya. Walaupun pertemuan antara Kim Jong-un dan Moon Jae-in ini bisa menciptakan perdamaian di semenanjung Korea, atau bahkan dunia, tetap saja ada masyarakat yang tidak setuju. Mereka berasal dari Korea Selatan.

Mereka melakukan unjuk rasa untuk mengecam pertemuan tersebut dan meminta presiden Moon Jae-in untuk mundur. Rata-rata masyarakat Korea yang menolak pertemuan tersebut adalah warga lanjut usia yang merasakan kejamnya Perang Korea di masa lalu.

Sedangkan demonstran yang masih muda menyebutkan kalau bagi anak muda Korea Selatan, Korea Utara sudah tidak penting lagi. Unjuk rasa yang dilakukan di dekat balai kota Seoul itu menghasilkan pernyataan bersama yang disebut Deklarasi Pamunjom

  • Presiden Trump akan bertemu Kim Jong-un

Fakta menarik terkait pertemuan Kim Jong-un dan Moon Jae-in

Pertemuan bersejarah antara dua pemimpin Korea ini disambut baik oleh Negara-negara dunia, termasuk Amerika serikat. Donald Trump menyebut pertemuan tersebut akan berdampak baik bagi perdamaian.

Lalu, Donald Trump di hadapan media menyebutkan kalau ia akan bertemu dengan Kim Jong-un dalam tiga atau empat minggu lagi dan Presiden Jokowi menawarkan Jakarta sebagai tempat pertemuannya.

Sebelumnya Trump sempat terlibat perang urat saraf dengan Kim Jong-un. Waktu itu pemimpin Korut tersebut masih sibuk bermain dengan rudal nuklir yang membuat Amerika cemas.

Itulah fakta menarik terkait pertemuan Kim Jong-un dan Moon Jae-in. Secara teknis, dua Negara Korea itu masih berperang karena masih dalam masa gencatan senjata. Semoga pertemuan ini dapat mengakhiri perang Korea.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *