Berikut Kesaksian Penting dalam Kasus Korupsi e-KTP

Pada tanggal 24 April kemarin, mantan ketua DPR RI, Setya Novanto, mendapatkan vonis 15 tahun penjara setelah terbukti bersalah terlibat dalam kasus korupsi e-KTP. Selama proses persidangan ada beberapa keterangan saksi yang sangat penting dalam kasus tersebut. Berikut kesaksian penting dalam kasus korupsi KTP elektronik.

5 Kesaksian Penting dalam Kasus Korupsi e-KTP

  1. Hotma Sitompoel mengetahui peran Novanto dalam proyek e-KTP

korupsi e-ktp

Hotma Sitompoel yang merupakan seorang advokat memberikan keterangan bahwa ia mendapatkan info dari salah satu kliennya tentang peran Setya Novanto dalam proyek e-KTP. Tak tanggung-tanggung, ia diebritahu kalau Setya merupakan orang yang menguasai proyek tersebut. Klien tersebut adalah Direktur Utama salah satu perusahaan yang berhasil menjadi pemengang lelang proyek e-KTP, yaitu Arthaputra Paulus Tanos Dirut PT Sandipala.

  1. Kemendagri menolak Saran LKPP

korupsi e-ktp

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah atau LKPP menyarankan agar ada penundaan pelelangan. Hal ini dikarenakan peneluan LKPP bahwa Kemendagri menggunakan sistem informasi untuk pengadaan barang dan jasa dengan metode e-procurement, atau secara elektronik, pada saat penawaran dalam proyek pengadaan e-KTP dan cara manual dalam proses lanjutan lainnya. Namun saran LKPP tersebut tidak ditindaklanjuti oleh Gamawan Fauzi yang menjabat Kemendagri pada saat itu yang kemudian malah mengkritik LKPP.

  1. Nazaruddin menyebut bahwa semua ketua fraksi terima uang E-KTP

korupsi e-ktp

Muhammad Nazaruddin menyebut bahwa uang dari proyek pengadaan e-KTP juga mengalir ke semua ketua fraksi di DPR. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu menyebutkan kalau pembagian uang kepada para ketua tersebut dibahas di ruangan Anas Urbaningrum yang menjabat sebagai Ketua Fraksi Demokrat pada saat itu. Selain kepada ketua fraksi, di ruangan itu juga dibahas mengenai pengaliran uang ke pimpinan badan anggaran DPR, pejabat kementerian serta Komisi II DPR. Ia menambahkan kalau pembagian itu merata ke semua ketua fraksi dengan jumlah yang berbeda-beda.

  1. Nazaruddin menyaksikan pemberian uang untuk Ganjar Pranowo

korupsi e-ktp

Selain menyebut bahwa ada pembagian uang proyek e-KTP kepada para ketua fraksi, Nazaruddin juga memberikan keterangan bahwa ia menyaksikan langsung proses pemberian uang tersebut kepada beberapa pihak, yaitu kepada Ganjar Pranowo. Ia menyebutkan kalau Ganjar meminta jumlah uang tersebut dinaikkan dari 100.000 dolar AS menjadi 500.000 Dolar AS. Selain Ganjar Pranowo, Nazar juga mengaku menyaksikan pemberian uang kepada Chairuman Harahap yang menjabat Ketua Komisi II DPR pada saat itu.

  1. Dirut PT Quadra memberikan uang 1,8 Juta dolar AS untuk Setya Novanto

korupsi e-ktp

Anang Sugiana, Dirut PT Quadra mengaku bahwa dalam proyek e-KTP ia mengeluarkan uang sebesar 1,8 juta dollar AS yang kemudian diberikan kepada Setya Novanto sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar pada saat itu. Uang sebesar itu diberikan terkait dengan proyek e-KTP.

Itulah beberapa kesaksian penting dalam kasus korupsi e-KTP. Semoga semua pelaku korupsi yang terlibat berhasil diungkap dan mendapatkan hukuman yang pantas. Nah., bagi anda yang terus menyimak berita seputar politik masa kini jangan pernah meniru perihal yang dapat merugikan orang lain. Untuk itu harus tetap berada di jalus yang aman, jalur yang selalu di rahmati allah dan rasullullah. Jangan pernah meninggalkan jam jadwal sholat yang teratur, jika anda selalu melaksanakan perintah allah Swt, pasti anda akan diberi kemudahan dan selalu dihindarkan dari sifat keji dan mungkar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *